Spesifikasi dan Review Lengkap "Vivo V17 Pro" Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Vivo memboyong generasi penerus seri V yakni V17 Pro dengan konsep seperti pendahulunya. Seperti halnya V15, kali ini V17 Pro juga dipersenjatai kamera 'pop up'. Kali ini kamera depan 'menyembul' V17 Pro dibekali dua buah sensor. Produsen asal China ini terhitung getol memperkenalkan ponsel dengan secara total dilengkapi enam sensor: empat sebagai kamera utama dan dua untuk selfie.

Selain aspek kamera, V17 Pro juga mengalami sedikit peningkatan di sisi kapasitas baterai sebesar 4.100 mAh dibandingkan V15 yang 'hanya' 4.000 mAh. Banyak peningkatan bukan berarti Vivo tak memboyong aspek yang' diturunkan' dari generasi sebelumnya. V17 Pro tidak mendapat peningkatan cip dari pendahulunya yakni sama-sama menggunakan Snapdragon 675.

- Desain dan layar
 
Lebar body selebar 74,7 mm, ponsel tetap terasa nyaman untuk dioperasikan menggunakan satu tangan. Kendati tak dipungkiri jika kelamaan akan terasa pegal lantaran bobot ponsel 201 gram. Tombol power dan volume ditempatkan berjejer di sisi kiri ponsel. Sementara tombol kanan terdapat akses cepat untuk 'Google Assistant'. Berbeda dengan kompetitor, Vivo tak memberi opsi kostumisasi untuk mengganti fungsi tombol ini untuk akses ke menu lain.

Lubang audio 3,5 mm berada di sisi kanan atas yang bersebelahan kamera depan yang akan menyembul keluar saat hendak dipakai. Kamera depan 32MP dan ultrawide 8MP serta sebuah flash akan menyembul saat dari sisi atas bodi ponsel ketika akan dipakai untuk selfie.

Sebuah speaker, lubang USB-C, dan laci penyimpanan dua kartu SIM ditempatkan di sisi bawah. Vivo melengkapi pengisian daya baterai dengan teknologi isi ulang cepat (fast charging) standar 18-watt.

Vivo membekali V17 Pro sebuah 'hard casing' dalam paket penjualan dengan sebuah 'penutup' khusus untuk colokan USB-C. Patut diakui jika casing sangat membantu terhindar dari benturan atau ketika ponsel tak sengaja terjatuh. Hanya saja, CNNIndonesia.com butuh tenaga ekstra karena kesulitan untuk membuka casing ponsel.

Di bagian belakang terdapat empat buah kamera dengan sebuah flash yang disusun secara vertikal tepat di bagian tengah atas punggung ponsel. Keempatnya terdiri dari kamera utama 48 MP, kamera telephoto 13 MP, kamera ultra lebar (ultrawide) 8MP, dan depth sensor 2 MP. terasa posisi susunan kamera berada terlalu ke bawah sehingga tak jarang saat mengabadikan objek, bayangan jari ikut terfoto. Tak hanya itu, sensor kamera juga menjadi mudah kotor lantaran kerap tersentuh sidik jari saat ponsel digenggam.

Beralih ke aspek layar, konsep kamera 'pop up' yang hanya muncul saat hendak berfoto selfie membuat layar seluas 6,44 inci Super AMOLED dengan rasio 20:9 tanpa lubang kamera depan dan poni terasa lapang dan bersih. Rasio layar ke bodi ponsel sebesar 84,3 persen membuat pandangan terasa lebar.

Hanya saja, layar ponsel tetap tidak bisa dimaksimalkan untuk semua fungsi. mencoba menyaksikan beberapa serial Netflix. Kendati paduan warna terasa pas, ada beberapa tayangan yang menampilkan celah (gap) sehingga tak penuh satu layar.

V17 Pro menyematkan teknologi sensor sidik jari di layar ponsel untuk mendukung keamanan. Anda bisa mengakses pengaturan > sidik jari dan kata sandi > pilih tambah sidik jari > pilih opsi kata sandi mulai dari paduan 4 digit, 6 digit, pola, atau alfanumerik > kemudian mulai sentuh dengan sedikit tekanan di bagian layar.

- Kamera
 
Performa empat kamera belakang dengan kecerdasan buatan (AI) dan dua buah kamera 'pop up' yang menjadi daya jual V17 Pro tentu membuat penasaran. Dibanding pendahulunya V15, kali ini dua kamera depan menyembul V17 Pro berada di sisi tengah sisi atas bodi ponsel.

Vivo mengklaim V17 Pro sebagai ponsel pertama yang mengusung dua kamera selfie pop-up. Produsen juga mengklaim jika kamera selfie memiliki sudut pandang 105 derajat. Menyoal ketahanan, di atas kertas mekanik kamera pop ini disebut bisa digunakan hingga kurun waktu 10 tahun dengan penggunaan rata-rata 10 kali sehari. Tak hanya itu, kamera pop-up ini disebut juga bisa menahan beban hingga 45 kilogram.

Mekanisme kamera pop-up muncul dalam hitungan detik ketika menekan ikon 'kamera depan'. Vivo menyediakan sejumlah fitur pendukung mulai dari mode buram, sudut ultra lebar, beautify, live photo, stiker, potret, dan mode malam. Untuk pengaturan pro , Anda bisa mengubah pengaturan ISO auto, 50 hingga 3200, kecepatan rana auto hingga 20s, keseimbangan warna putih (white balance), AF, dan EV.

Sementara empat buah kamera belakang disusun vertikal dengan sebuah flash yang mengapit di antara masing-masing dua kamera. Dengan begitu V17 Pro memiliki total enam kamera. Mencoba memotret di luar kamera menggunakan kamera depan. Dengan pencahayaan memadai dan tanpa fitur 'cantik ala-ala', hasilnya terasa natural tak dibuat-buat.

Beralih ke empat kamera belakang dengan AI, V17 Pro dilengkapi lensa resolusi 48 MP dengan bukaan f/1.8, lensa lebar (wide angle) 8MP f/2.2, lensa makro 2MP f/2.4, dan lensa bokeh 2MP f/2.4.

Ketika digunakan untuk memotret kondisi di luar ruangan, sensor utama menghasilkan foto dengan komposisi warna yang seimbang. Selain sensor besar dan AI, Vivo juga menyematkan fitur mode malam untuk menghasilkan foto jernih dan tajam meski kurang pencahayaan atau saat malam hari.

Selain fitur mode malam, kamera utama V17 Pro juga dilengkapi mode potrait, panorama, live photo, slo-mo, pro, AR stivker, Jovi, HDR, dan PPT. Ketika mencoba lensa lebar 8MP tetap menawarkan kombinasi warna yang apik. Daerah sekitar pinggiran foto juga terasa halus dan efek 'fisheye' yang sangat minim.

Fitur Jovi pada kamera memudahkan Anda menemukan barang serupa pada foto yang terhubung dengan situs belanja daring. Anda bisa menggunakan hasil foto atau koleksi di galeri, kemudian pilih fitur Jovi di menu 'lainnya' saat mengaktifkan kamera. Jovi akan meminda barang yang ada di gambar kemudian menampilkan hasil pencarian di situs belanja daring.

Untuk urusan foto dengan pencahayaan minim, V17 Pro juga patut diperhitungkan. Mencoba mengabadikan suasana luar ruangan di sekitar kantor yang relatif redup saat malam hari hasilnya memang tak selalu sempurna, terlebih bayangan pendar cahaya yang lumayan mengganggu. Tetapi, jika modem malam diaktifkan maka hasil foto jauh lebih baik untuk menekan pencahyaan di sekitarnya.

- Performa dan Kesimpulan
 
Vivo V17 Pro dibekali cipset Snapdragon SDM 675 octa-core yang dipadukan dengan grafis Adreno 612, RAM 8 GB, dan ROM 128 GB tanpa memori eksternal.

Dengan bekal ini, tak merasa ada lag sedikit pun saat bermain gim Asphalt 9. Pun ketika dipakai untuk menonton serial 'Suits' yang teridiri dari 12 episode dan 'The Spy' yang memiliki 6 episode secara simultan.

Hanya saja, fitur Google Assistant yang diakses langsung dari tombol khusus tidak bisa bekerja dengan baik. Bahkan ketika sudah dicoba beralih dari paket data operator ke jaringan WiFi yang lebih stabil.

Baterai berkapasitas 4.100 mAh memang hanya sedikit mengalami peningkatan dari V15 dengan 4.000 mAh. Untuk penggunaan normal, saat indikator baterai terisi penuh Anda masih bisa menggunakannya selama 1,5 hari tanpa perlu mencari powerbank atau colokan listrik.

Dengan 'modal' baterai hanya tersisa 30 persen, tetap bisa membabat dua film yakni 'Gie' yang berdurasi 2 jam 20 menit dan 'The Great Hack' dengan durasi 1 jam 54 menit. Kendati ponsel sudah 'bawel' lantaran baterai hanya tersisa kurang dari 10 persen.

Teknologi fast charging 18 watt membuat pengisian daya lebih cepat. Saat baterai tersisa 7 persen, hanya butuh waktu 25 menit untuk mengubah indikatornya menjadi 30 persen.

- Kesimpulan
 
Untuk sebuah ponsel yang ditebus dengan harga Rp5,7 juta, Vivo seakan berhasil keluar dari bayang-bayang spesialis kamera depan 'super mulus'. Pengguna kini memiliki keleluasaan untuk mengatur hasil foto dua kamera depan yang terlampau cantik, atau tetap alami seperti bentuk aslinya.

Penggunaan cipset yang sama dengan V15 dan peningkatan kapasitas baterai 100mAh lebih besar (menjadi 4.100mAh) menjadi aspek yang juga layak diperhitungkan. Di luar hal itu, ponsel ini terasa berat untuk disimpan dalam saku kemeja atau digunakan dengan satu tangan dalam waktu cukup lama.

Kelebihan
  • Hasil foto
  • Baterai awet
  • Layar dan dimensi nyaman digunakan satu tangan

Kekurangan
  • Body berat
  • Casing bawaan susah dilepas
  • Tidak ada teknologi pengenal wajah (facial recognition)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.